Berita 1945

Berita Digital Terbaru Update Setiap Hari

domino online

Tiangong-1 China Akhir Pekan Akan Jatuh Ke Bumi

Laboratorium antariksa Tiangong-1 China di prediksi akan jatuh ke bumi di perkirakan sekitar 30 Maret sampai 2 April 2018, menurut Badan Antariksa Eropa (European Space Agency, ESA), area yang kena seluas ribuan kilometer persegi akan terkena imbas puing puing runtuhannya, meskipun mengenai orang sangat kecil.

Perkiraan ESA, stasiun luar angkasa sepanjang 10,4 meter ini akan masuk ke atmosfer bumi di suatu tempat kira-kira antara garis london di inggris dan welington di selandia baru.

domino online

ESA juga menambahkan bahwa kemungkinan seseorang terkena puing-puing dari Tiangong-1 adalah 10 juta kali lebih kecil dari kemungkinan terkena petir karena sebagian besar areal jatuhan tertutup air atau tidak berpenghuni.

domino qq

tidak pernah ada sejarah bahwa ada korban jiwa akibat dari jatuhnya puing-puing ruang yang pernah di konfirmasi, sebut ESA dalam positng blog di situsnya.

domino online

Program ruang angkasa China, sementara itu, telah memperkirakan Tiangong-1 akan jatuh ke Bumi antara 31 Maret dan 4 April, menurut pernyataan di situsnya tertanggal Senin.

The Tiangong-1, atau “Heavenly Palace 1”, laboratorium ruang angkasa pertama China, diluncurkan ke orbit pada tahun 2011 untuk melakukan percobaan docking dan orbit sebagai bagian dari program luar angkasa China yang ambisius, bertujuan untuk menempatkan stasiun permanen di orbit pada tahun 2023.

domino online indonesia

Tiangong-1 awalnya direncanakan akan dinonaktifkan pada tahun 2013, tetapi Cina telah berulang kali memperpanjang panjang misinya. Keterlambatan masuk kembali ke atmosfer bumi, yang dikatakan China akan terjadi pada akhir 2017, telah menyebabkan beberapa ahli memperingatkan kemungkinan laboratorium ruang angkasa itu akan di luar kendali.

ESA mengatakan Tiangong-1 berhenti berfungsi pada Maret 2016 dan para ilmuwan di Bumi tidak lagi dapat mengendalikannya. Namun seorang insinyur top China mengatakan awal tahun ini bahwa tidak benar Tiangong-1 lepas kendali dan tidak menimbulkan ancaman keamanan.

Seorang juru bicara program antariksa berawak warga Tiongkok mengatakan dalam jumpa pers hari Minggu (16/10/2016), dalam dua hari setelah peluncuran itu, wahana tersebut dijadwalkan akan bergabung dengan laboratorium antariksa tak berawak Tiangong-2, yang memasuki orbit bulan lalu.

Baca juga  : Bos Facebook Akhirnya Buka Suara Soal Kebocoran Data Pengguna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita 1945 © 2017 Frontier Theme